Memilih Sekolah untuk Anak – anak

Memilih Sekolah untuk Anak – anak


Orang tua mana sih yang tidak ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya..segala cara pasti ditempuh supaya anak – anak mempunyai sandan pangan dan pendidikan yang bagus. Apalagi dengan arus globalisasi saat ini yang membuat persaingan kerja dipasaran semakin ketat, belum lagi dampak krisis di kawasan di Eropa yang dapat memberikan impak berkurangnya lapangan pekerjaan dan mengakibatkan meningkatnya jumlah pengangguran bagi tenaga kerja yang kurang terampil.

Kembali ke topik diatas, bagaimana menyiasati meningkatnya biaya pendidikan dan juga memberikan hak ke anak untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik dan sekaligus mempunyai keterampilan yang dapat memberikan value added untuk bersaing bagi mendapatkan pekerjaan yang sesuai atau yang diimpikan?

Berhubung kemampuan ekonomi kami juga tidak berlebihan maka cermat untuk memilih sekolah sangat penting, sehingga kami tidak hanya mengikuti eforia masa kini untuk masuk ke sekolah yang top dalam hal biaya. Karena saat ini ada semacam generalisasi bahwa sekolah yang mahal itu bagus, jadi kami sebagai orang tua harus realitis dan bijaksana untuk memilih sekolah yang diharapkan dapat memberi bekal yang terbaik bagi anak – anak tapi biayanya masih masuk akal bagi kantong kami. Toh, seberapapun bagusnya sekolah anak – anak peran orang tua juga sangat penting dalam mendukung dan memonitor perjalanan pendidikan dan kedewasaan anak – anak. Jadi kita tidak bisa menyerahkan semua hal yang berkaitan dengan pendidikan anak – anak ke sekolah dengan excuse karena sudah membayar mahal.

Untuk sekedar sharing saja mengenai biaya pendidikan SD dari anak -anak, kami sebagai orang tua menyiapkan dana pendidikan anak – anak mengikuti standar biaya pendidikan di Al Azhar, tetapi dalam pelaksanaannya saat ini kami memilih sekolah anak – anak yang sekarang yaitu SD Tunas Karya Kelapa Gading dengan alasan sbb :
1. Sekolahnya ok dan termasuk dalam sekolah yang disiplinnya ketat
2. Tidak terlalu jauh dari rumah
3. Biayanya masih lebih murah.
4. Anak – anak dan orang tua lebih low profile

Di Tunas Karya ini dalam menerapkan disiplin murid – murid biasanya mereka menerapkan punishment yang mendidik bila terjadi pelanggaran, seperti contohnya anak kami dan beberapa temannya sempat telat 5 menit belum ada di dalam kelas padahal tasnya sudah ada di meja masing-masing, akhirnya oleh gurunya mereka diberi hukuman untuk menulis “ saya berjanji tidak akan terlambat lagi” sebanyak 300 kali dan tulisan tersebut harus diparaf oleh orang tua murid untuk menunjukkan bahwa orang tua juga paham dan menghargai hukuman tersebut sebagai salah satu cara untuk mendidik anak supaya tidak mengulang perbuatannya.

Mengenai jarak yang dekat dengan rumah, biasanya kami mengantarkan anak – anak ke sekolah dengan memakai sepeda motor karena kalo memakai mobil itu bikin macet dan gak fleksibel dan jarak tempuh ke sekolah kurang lebih hanya 5 menit saja. Pertimbangan jarak sekolah yang dekat dari rumah adalah supaya waktu anak – anak tidak banyak terbuang di jalan sehingga mereka bisa melakukan aktivitas yang lain di siang hari yaitu TPA, karena kalo mengaji di malam hari waktu akan terpecah dengan rutinitas kegiatan belajar.

Uang masuk juga tidak terlalu mahal, waktu yang paling kecil Marizka masuk SD tahun 2010 hanya membayar uang pangkal sekitar Rp 5 jutaan setelah diberi diskon karena early bird. Sementara uang bulanan kurang lebih sbb :

Kegiatan Ayesha / Kelas IV Marizka / Kelas 1
SPP bulanan Rp 485,000 Rp 325,000
Les pelajaran Rp 150,000 Rp 150,000
Ekstrakurikuler
Pramuka dan drumband Rp   35,000
Menari Rp    25,000
Total Rp  665,000 Rp  490,000


Kemudian mengenai social life di sekolah, kecenderungan anak – anak itu adalah meniru yang biasanya dipunyai oleh temannya seperti gadget, tas, sepatu, dll. Alhamdulillah, disini mereka tidak jor – joran atau tidak terlalu show off. Contohnya mengenai pemakaian HP, mungkin kalo sekolah anak saya jauh, HP merupakan kebutuhan tapi berhubung sekolah anak-anak masih dekat maka keperluan untuk mempunyai HP belum urgent. Jadi saya juga belum memberikan HP tersendiri untuk anak-anak apalagi masih kelas IV, tapi saya ijinkan anak-anak untuk memakai HP/BB saya.

Disamping keperluan pendidikan duniawi maka bekal agama juga sangat penting, dimana agama bisa menjadi pondasi akhlak anak – anak dan juga untuk bekal di akhirat nanti. Alhamdulillah rumah kami dekat dengan masjid yang mempunyai TPA, jadi selesai sekolah mereka pergi ke TPA setiap jam 14.30 s/d 16.30. Saat ini SD kelas IV pulang jam 12.00 dan kalau ada les pelajaran maka pulang lebih lambat yaitu jam 13.45, untuk yang SD kelas 1 pulang jam 09.30 dan kalau ada les pelajaran berangkat lagi ke sekolah karena les dilakukan jam 12.15 s/d 13.45. Jadi mereka masih punya waktu istirahat sebentar sebelum melanjutkan dengan TPA. Smoga sebelum lulus SD mereka sudah bisa menamatkan Al Quran sehingga saat mau menempuh ujian akhir SD bisa lebih fokus. Amin

Saat ini kegiatan mereka selain sekolah adalah :
• Les Pelajaran di Sekolah seminggu 2 kali
• Ekstrakurikuler,Ayesha kelas IV yaitu drumband dan pramuka, sementara Marizka kelas 1 hanya les menari.
• Les Bahasa Inggris seminggu 2 kali yaitu dari jam 16.40 s/d 18.10, TPA pulang lbh awal kalo les Inggris
• Les Melukis setiap hari Sabtu selama 2 jam
• TPA setiap hari Senin – Jumat jam 14.30 – 16.30

Biasanya kalo ikut lomba drumband maka 2 bulan sebelumnya latihan mulai digenjot, ini memang biasanya menyita energi anak-anak. Alhamdulillah dalam lomba drumband sekolah Tunas Karya selalu mendapat juara walaupun belum tentu menjadi juara 1, tentu saja ini memberi nilai positif bagi anak – anak bahwa dengan kerja keras dan team work yang baik maka menghasilkan prestasi bukanlah suatu hal yang mustahil.

Oya, dulu sebelum anak – anak mengambil les melukis, tiap sabtu kegiatan anak – anak adalah les berenang, intinya weekend harus diisi dengan kegiatan yang produktif juga, sementara untuk hari minggu biasanya istirahat atau gak ya ngajak makan diluar.

So, in total kebutuhan biaya SPP dan kegiatan tambahan anak – anak kami tiap bulan adalah sbb :

Kegiatan Ayesha Marizka
Uang SPP dan kegiatan Rp    665,000 Rp    490,000
Les Melukis Rp    400,000 Rp    200,000
Les Bahasa Inggris Rp    250,000 Rp    250,000
TPA Rp      50,000 Rp      50,000
Total Rp 1,365,000 Rp    990,000

Biaya yang tidak rutin biasanya ada seperti biaya study tour, biaya sumbangan saat akan mengikuti lomba drumband. Di Tunas Karya tidak banyak dipungut biaya macam – macam seperti dana untuk kegiatan tahunan, dll. Tentu saja, biaya entertain anak – anak tiap weekend tidak saya masukkan karena walaupun besar tapi angkanya tidak fixed.

Kesimpulannya adalah masing – masing orang tua mempunyai preference dan prioritas masing – masing sehingga ini akan menjadi dasar bagi pemilihan sekolah untuk anak – anak. Memberikan skills tambahan untuk anak – anak juga penting, disamping untuk menambah kepercayaan diri anak – anak, specific skills yang dimiliki anak – anak nantinya juga bisa membuat mereka menjalin networking yang lebih luas. Yang tidak kalah penting juga adalah peran orang tua dalam pendampingan sekolah anak – anak dalam setiap tahapan pendidikan.

Selamat memilih sekolah yang terbaik untuk buah hati anda dan jangan lupa menyiapkan dana pendidikannya juga .

Beli LM, secara Cash atau Cicilan?

Beli LM, secara Cash atau Cicilan?

Image

Sering kita mendengar ungkapan Investing without knowledge is gambling. Jadi kalau kita akan memulai suatu investasi harus memahami dulu instrumen investasi tersebut, aman atau tidak dan sesuaikan dengan profil resiko kita masing – masing. Bagi investor yang konservatif tentu akan memilih investasi ke LM dibandingkan investasi ke Saham atau Reksa Dana, dengan alasan tidak perlu belajar khusus, resikonya lbh kecil dari saham dan cepat likuid. Investasi apapun yang penting kita paham dulu tentang instrumen investasi tersebut, kemudian tentukan tujuannya untuk apa dan juga untuk berapa lama tujuan itu diharapkan tercapai.

Kalau ada pertanyaan kapan sih sebaiknya membeli LM? Sebenarnya beli LM bisa kapan saja, entah harga sedang turun maupun naik yang penting adalah dananya tersedia. Kalau kemudian dihadapkan pada kenyataan bahwa dana yang tersedia hanya cukup untuk membeli LM 10 gram, sementara ada pilihan cicilan yang memungkinkan untuk membeli LM dalam jumlah lebih besar misalnya 25 gram, maka pilihan manakah yang akan diambil?

Keuntungan membeli LM dalam jumlah gram lebih besar adalah harga per gramnya jadi lebih murah, maka lebih baik beli LM yang lebih besar, tapi andaikan dananya belum cukup, masih worth it kah melakukan investasi LM dengan cicilan? Haruskah membeli LM 25 gram saat ini dengan cicilan atau menunggu sampai dananya terkumpul dan cukup untuk membeli 25 gram? Kalaupun membeli dengan cicilan apakah masih efisien? Untuk memilih option yang ada diatas, diperlukan sedikit evaluasi untuk membandingkan kira-kira cara mana yang lebih efisien dari sisi cost, apakah beli cash atau cicil.

Dibawah ini adalah deskripsi dari pengalaman saya melakukan pembelian LM 25 gram secara cicilan  di Pegadaian:

PERHITUNGAN BELI LM SECARA CICILAN VS CASH DI PEGADAIAN.

Harga LM / grm tgl 13 Mei 2011                    Rp      424,480.00

Harga beli LM per 25 gram                            Rp 10,612,000.00

Margin 3.5 %(asumsi 3 bln lunas)                  Rp      371,420.00

Total pembiayaan                                           Rp 10,983,420.00

AKAD AWAL

DP LM 25 %(25% x Rp 10,983,420.00)           Rp   2,745,855.00

Biaya Administrasi                                             Rp        50,000.00

Ongkos Kirim                                                      Rp        30,969.00

Total dibayar saat akad                                      Rp   2,826,824.00

Biaya cicilan per bln selama 3 bln                      Rp   2,745,855.00

( Jun 11 – Agustus 11)

Perbandingan

Harga LM 25 gram tgl. 12 Agustus 2011       Rp 12,337,000.00

Beli cicil LM 25 gr + adm + ongkir                   Rp 11,064,389.00

Selisih                                                                Rp   1,272,611.00

Ilustrasi perhitungan diatas adalah pembelian LM secara cicilan selama 3 bulan dibandingkan dengan beli LM saat uang sudah terkumpul yaitu dengan asumsi 3 bulan kemudian alias saat cicilan tersebut lunas dan mendapatkan LM seberat 25 gram. Akad dalam cicilan diatas dimulai pada tgl. 13 Mei 2011 dan cicilan lunas pada tgl. 12 Agustus 2011, jadi perbandingan harga LM 25 gram saya ambil pada tgl. 12 Agustus 2011 saat pelunasan cicilan.

Jadi terlihat dalam ilustrasi tersebut walaupun kita membeli dengan cicilan tapi masih tetap lebih murah dibandingkan membeli LM cash tapi 3 bulan kemudian, dengan selisih sebesar Rp 1,272,611.

Apapun alasannya beli LM secara cash adalah lebih baik dengan catatan dananya tersedia dan mencukupi, tapi apabila dana belum mencukupi maka alternatif cicilan dapat digunakan tapi kita harus paham resikonya kalau sampai tidak terbayar cicilannya. Demikian ilustrasi tersebut diatas, smoga ada manfaatnya dan jangan menunda – nunda untuk melakukan investasi secepatnya.

Happy investing.

MENGHINDARI KANTONG CEKAK DI AKHIR BULAN

MENGHINDARI KANTONG CEKAK DI AKHIR BULAN

Reblogged from PERENCANA KEUANGAN - PANDJI HARSANTO:

Click to visit the original post
  • Click to visit the original post

Buat sebagian orang akhir bulan atau sering diistilahkan dengan tanggal tua. Tidak jarang setelah di awal bulan sibuk membayar cicilan rumah, mobil dan kartu kredit. Kocek pun mengering di pertengahan dan akhir bulan. Jangankan untuk belanja di tanggal tua, untuk sekedar bertahan hidup dan menunggu gajian berikutnya sangat berat. Atas hal itu penting bagi kita untuk tahu bagaimana mengatur keuangan selama satu bulan.

Read more… 743 more words

Worth to read...

APAKAH PROFIL RESIKO ANDA?

APAKAH PROFIL RESIKO ANDA?

Seperti kita ketahui bahwa sebelum memulai berinvestasi kita harus mengetahui profil resiko kita terlebih dahulu. Ini penting untuk diketahui untuk menentukan strategi dalam berinvestasi dan juga untuk antisipasi apabila terjadi fluktuasi terhadap nilai investasi kita jadi kita tidak jantungan. Kalau nilainya naik tentu saja kita senang tapi apabila yang terjadi adalah penurunan terhadap nilai investasi kita maka tentu saja kita akan kecewa. Dalam investasi kita mengenal High Risk High Return dan itu harus kita sadari sepenuhnya. Selain mengetahui profil resiko, tentu saja kita juga harus mengetahui jangka waktu dan tujuan investasi kita tersebut, seperti untuk dana pensiun, dana pendidikan, pembelian rumah, liburan, dll.

Profil resiko secara umum adalah sbb :

  1. Konservatif : Investor dengan profil konservatif cenderung tidak suka dengan resiko jadi produk investasi yang cocok adalah reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap. Produk ini memberikan resiko yang paling rendah dan tentu saja returnnya juga kecil.
  2. Moderat : Profil ini lebih menyukai untuk mendiversifikasikan investasinya dalam reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana saham, obligasi, property dan saham. Profil resiko moderat masih bisa menerima kehilangan nilai investasi moderat untuk memperoleh tingkat return yang lebih tinggi dalam jangka menengah dan panjang.
  3. Agresif: Biasanya Investor yang mempunyai profil resiko agresif adalah yang masih muda dan mapan, produk investasi yang disukai tentu saja yang memberikan return paling tinggi walaupun dengan resiko yang tinggi pula. Contoh produk investasinya adalah reksadana saham, property, saham.

Untuk mengetahui profil resiko maka Anda bisa datang ke Bank, Manajer Investasi atau ke Financial Planner untuk meminta form yang berisi pertanyaan – pertanyaan untuk mengetahui profil resiko kita sebagai investor.

Keluarga kami termasuk yang mempunyai profil Moderat, kalau saya lebih ke moderat agresif tapi suami lebih ke moderat konservatif. Saya suka perpaduan ini karena saat saya begitu ngotot untuk investasi ke suatu produk investasi dengan return tinggi maka suami kadang mengingatkan sudah saatnya belum atau nanti dulu deh. Akhirnya jalan tengah yang kami lakukan dalam melakukan top up investasi adalah setiap bulan kami top up sesuai dengan nilai total investasi yang harus dilakukan tiap bulan sesuai rencana keuangan kami yang kemudian kami diversifikasikan kedalam Logam Mulia, Reksadana yang jenisnya disesuaikan dengan tujuan investasi dan property. Oleh karena itu komposisi portofolio kami lebih cenderung seimbang antara saham, property dan LM masing – masing kurang lebih 30% dan sisanya ditabungan.

Setiap bulan kami usahakan untuk melakukan review atas perencanaan keuangan kami, untuk mengetahui tujuan-tujuan mana yang masih kurang banyak alokasi dananya sementara jangka waktunya tidak lama lagi. Hal ini gunanya agar tujuan yang kita rencanakan bisa tercapai tepat pada waktunya.

Berinvestasi adalah sebuah proses yang menyenangkan, karena investasi merupakan salah satu alat untuk mencapai tujuan – tujuan keuangan keluarga yang banyak. Jadi saat satu per satu tujuan tersebut tercapai maka ada kepuasan didalamnya. So, let’s start figure out your risk profile and invest for your future.

TIPS for SMART TRAVELING

TIPS for SMART TRAVELING

Image

Bagi kebanyakan orang saat yang paling menyenangkan adalah pergi berlibur atau rehat sejenak dari kesibukan sehari-hari. Berlibur khan juga tidak mesti pas hari libur, ada juga liburan yang dilakukan sekalian dengan mengerjakan tugas atau ada urusan tertentu. Untuk liburan bersama anak-anak biasanya kami akan mengambil waktu liburnya anak-anak seperti kenaikan kelas, tahun baru, dll. Sementara untuk liburan bagi kami berdua biasanya diambil saat kami menginginkannya untuk escape dari tugas sehari-hari.

Seperti juga liburan tahun ini dilakukan sekalian dengan undangan anniversary Mike dan Dessy di Modanella, Italy. Liburan berdua ke Eropa tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit, pastinya setiap bulannya kita usahakan untuk mengalokasikan dana untuk persiapan liburan, sedikit demi sedikit khan lama-lama jadi bukit juga.

Sebisa mungkin segala sesuatu disiapkan jauh-jauh hari untuk menghindari timbulnya cost yang berlebihan. Apalagi soal booking hotel yang tentu saja harus disesuaikan dengan schedule perjalanan kami. Gak mau dong udah di booked tapi akhirnya schedule berubah, rugi pastinya. Kalaupun belum pasti schedulenya kita bisa skip dulu booking hotelnya daripada mubazir. Sepanjang tidak ada event khusus di kota tersebut maka kemungkinan besar masih banyak hotel yang kosong.

Kami juga mengalami saat semua hotel di Frankfurt dan Mainz full booked untuk hari terakhir kami stay disana, ini terjadi karena ada pameran di Frankfurt. Kami ditawari menginap disalah satu rumah teman baik suami di Mainz tapi kami merasa gak enak, akhirnya kami putuskan untuk malam terakhir menginap di Strasbourg sepulangnya dari acara di Modanella. Toh esoknya naik kereta dari Strasbourg ke Mainz kurang lebih hanya 3 jam jadi kami masih punya banyak waktu untuk ambil titipan koper di Intercity hotel dan kemudian langsung ke Frankfurt untuk ambil flight jam 10.00 dari Frankfurt ke Jakarta. Jadi kami masih sempet beli oleh-oleh dan makan dengan santai.

Jauh-jauh hari kita sudah bisa memperkirakan dana yang diperlukan untuk liburan dan juga apa saja sih yang kira-kira bisa kita akali sehingga tidak mengeluarkan dana yang berlebihan yang sebenarnya masih bisa disiasati. Berdasarkan pengalaman kami ada satu hal yang sulit untuk kami hemat yaitu makan dan jajan, porsi alokasi dana ini termasuk dalam 3 besar setelah airfare dan accomodation.

Ada beberapa tips yang bisa dilakukan all:

  1. Budget hotel is the best.Cari lewat internet, ada booking.com, agoda.com, dll. Pilihlah hotel yang tidak terlalu mahal antara EUR 50 – EUR 100, kebanyakan hotel di Eropa itu bersih dan dekat dgn main station jadi gak perlu hotel yang terlalu mahal, toh kita hanya numpang tidur saja.
  2. Get the competitive airfare. Usahakan untuk dapat Airfare yang kompetitif, bukan tidak mungkin untuk dapat harga yang murah kalau memang kita udah tahu schedule liburannya.
  3. Eurail pass is more effective. Beli Eurail Pass di Jakarta dan sesampainya di Eropa langsung diaktifkan sehingga bisa kita pergunakan dan tidak repot harus pesan tiap mau naik kereta. Karena ada beberapa train yang memerlukan reservasi terlebih dahulu untuk menghindari full booked.
  4. Burn your mile. Kami membeli oleh-oleh di Frankfurt dengan memakai miles more Lufthansa punya suami, kebetulan ada sebanyak 120,000 poin, lumayan dapat tas dua buah, parfum dan coklat.
  5. Always standby with mineral water. Selalu sediakan air putih di bag karena ditempat-tempat tertentu air mineral yang 600 ml harganya bisa EUR 3 lebih dan juga ada hotel-hotel yang tidak menyediakan air putih.
  6. Be careful with pickpocket. Penting untuk berhati2 karena kita gak tahu orang – orang disekitar kita punya maksud jahat atau memang kita yang lalai.
  7. Pack light. Selain tidak merepotkan juga mengurangi kemungkinan extra charge karena over baggage. Kalaupun kita membawa koper besar tapi kita harus mobile maka koper utama bisa dititipkan dihotel saja tapi dgn konsekuensi nanti kita memang ada rencana balik ke kota dimana hotel tersebut berada.

Website untuk referensi antara lain :

www.bahn.com

www.booking.com

www.venere.com

www.agoda.com

Now the most important is make your dream for the best holiday destination in the world and I wish your dream come true soon.

Berinvestasi di Sukuk Ritel Yuuk…

Berinvestasi di Sukuk Ritel Yuuk…

Mungkin anda sudah mendengar bahwa Pemerintah menawarkan Sukuk Ritel seri SR-004/SUKRI yang akan dilakukan mulai tgl. 5 – 16 Maret 2012 dengan imbal hasil yang ditawarkan adalah 6.25% per tahun. Selain coupon (ujroh), nasabah juga akan menerima capital gain pada saat jatuh tempo sukuk (jika dijual saat jatuh tempo diatas harga par).

Sukuk ritel ini akan memiliki jangka waktu 3 tahun dengan tanggal jatuh tempo 21 September 2015. Instrumen investasi ini berakad ijarah asset to be leased.

Nilai nominal sukuk ritel per unitnya adalah Rp 1 juta dan minimum pemesanan Rp 5 juta, sementara maksimum pemesanannya adalah Rp 5 miliar.

Pembayaran imbal hasil sukuk ritel ini akan dilakukan tiap tanggal 21 mulai April 2012.

Tujuan penerbitan Sukuk Ritel oleh pemerintah adalah

  1. Memperluas sumber-sumber pembiayaan APBN;
  2. Diversifikasi investor dan instrumen,
  3. Memberikan alternatif instrumen ritel berbasis syariah bagi investor,
  4. Mendukung pengembangan pasar keuangan syariah,
  5. Memberikan kesempatan kepada investor kecil untuk berinvestasi dalam instrumen pasar modal yang aman dan menguntungkan.

SUKRI hampir mirip dengan ORI, yang membedakan adalah

  1. Adanya penggunaan konsep imbalan dan bagi hasil sebagai pengganti bunga
  2. Adanya suatu transaksi pendukung (underlying transaction) berupa aset tertentu yang menjadi dasar penerbitan sukuk, dan
  3. Adanya akad atau perjanjian antara para pihak yang disusun berdasarkan prinsip-prinsip syariah, misalnya berdasarkan akad Ijaroh -sale and lease back, akad bagi hasil Mudharabah atau Musyarakah,akad jual beli istishna’ dan akad-akad syariah lainnya.
  4. ORI adalah pinjaman modal dari masyarakat kepada Pemerintah, sedangkan Sukuk Negara Ritel adalah bentuk penyertaan modal masyarakat atas bagian dari aset Sukuk Negara Ritel yang dijadikan obyek transaksi.
  5. ORI memberikan penghasilan (return) kepada investor berupa bunga. Sedangkan Sukuk Negara Ritel memberikan penghasilan (return) kepada investor berupa imbalan sewa, atau sesuai dengan akad yang digunakan.

Keuntungan berinvestasi dalam sukuk ritel adalah

  1. Investor diuntungkan karena investasi ini dijamin pembayaran Imbalan dan Nilai Nominalnya oleh Pemerintah;
  2. Bagi investor syariah investasi ini juga tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah, sehingga selain aman juga menentramkan;
  3. Imbalan yang diperoleh pun lebih tinggi bila dibandingkan dengan rata-rata tingkat bunga deposito bank BUMN;
  4. Adanya potensi  memperoleh capital gain;
  5. Dapat diperdagangkan di pasar sekunder;
  6. Tentunya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk turut serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Risiko investasi pada pasar keuangan seperti Sukuk Ritel, Obligasi, dll  adalah

  1. Risiko gagal bayar (default risk), Instrumen Sukuk Ritel ini dijamin oleh Pemerintah dan bebas risiko gagal bayar yang dananya disediakan dalam APBN.
  2. Risiko pasar (market risk), potensi kerugian bagi investor apabila terjadi kenaikan tingkat bunga yang menyebabkan penurunan harga ORI di pasar sekunder. Tapi saat ini tingkat suku bunga adalah kompetitif jadi merupakan kesempatan yang bagus untuk melakukan investasi di Sukuk ritel.
  3. Risiko likuiditas (liquidity risk), potensi kerugian apabila sebelum jatuh tempo Pemilik SUKRI kesulitan dalam menjual di pasar sekunder.

Berikut daftar Agen Penjual Sukuk Ritel seri SR-004:

  1. PT Bank Mandiri Tbk
  2. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk
  3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)
  4. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk(BRI)
  5. Standard Chartered Bank
  6. PT Bank BRI Syariah
  7. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
  8. PT Bank Syariah Mandiri
  9. PT Bank CIMB Niaga Tbk
  10. PT Bank UOB Indonesia
  11. The Hongkong and Shanghai Banking Corporation, Ltd (HSBC)
  12. PT Bank OCBC NISP Tbk
  13. Citibank. N.A
  14. PT Mega Capital Indonesia
  15. PT Danareksa Sekuritas
  16. PT Bahana Securities
  17. PT Trimegah Securities Tbk
  18. PT Reliance Securities Tbk
  19. PT Sucorinvest Central Gani
  20. PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas
  21. PT Kresna Graha Sekurindo Tbk
  22. PT Batavia Prosperindo Sekuritas
  23. PT Ciptadana Securities
  24. PT Lautandhana Securindo

Sukuk juga dapat ditransaksikan di pasar sekunder dengan mendatangi agen-agen penjual tersebut diatas.

Contoh Perhitungan Imbal hasil SUKRI

Perbandingan perhitungan investasi di Sukuk Ritel VS Deposito

DESCRIPTION

SUKRI SERI 004

DEPOSITO

Jumlah Investasi

                50,000,000.00

                                  50,000,000.00

Return rate

6.25%

6%

50 juta x 6.25%/12

50 juta x 6.25%/12

                     260,416.67

                                        250,000.00

Pajak

15%

20%

                        39,062.50

                                          50,000.00

Return/month after tax

                     221,354.17

                                        200,000.00

Melihat perbandingan dari kedua instrument investasi diatas pasti anda akan memilih untuk berinvestasi di Sukuk Ritel bukan. Nah, bagi anda yang berprofil risiko konservatif maka investasi di SUKRI ini lebih baik dibanding deposito. Silahkan datangi salah satu agen penjual SUKRI tersebut diatas yang paling dekat dari anda.

Selamat berinvestasi.

Sumber :

www.detik.com

www.okezone.om

Kenapa saya melakukan investasi?

Kenapa saya melakukan investasi?

Setinggi apapun pendidikan kita kadang-kadang belum tentu menjamin bahwa kita juga paham dan melakukan investasi dengan baik. Karena pendidikan tinggi yang kita tempuh memang bukan spesifik tentang investasi.

Tapi kenapa kebanyakan orang tua masih tetap bisa menyekolahkan anak-anaknya walaupun mereka tidak melakukan investasi? Yup, mereka tetap bisa menyekolahkan anak-anaknya setidaknya sampai S1 dan membiayai pesta pernikahan anak-anaknya juga. Karena semua penghasilan mereka dialokasikan untuk biaya hidup sehari-hari, biaya pendidikan anak-anak dan juga pesta pernikahan anak sebagai lambang prestise sebagai orang tua. Tapi bagaimana dengan masa pensiun mereka? Sudahkah mereka mempersiapkannya? Disinilah kebanyakan orang tua lupa bahwa masih ada masa pensiun yang masih memerlukan biaya dan akhirnya bagian anak-anak untuk memberikan kontribusi terhadap orang tuanya. Kalau anak-anaknya berkecukupan mungkin tidak masalah, akan menjadi suatu problema apabila tidak semua anak-anaknya hidup berkecukupan, ini tentu saja akan menurunkan life style mereka saat memasuki masa pensiun.

Bagi anak-anak yang hidupnya berkecukupan, membantu orang tua adalah ladang amal dan bakti anak terhadap orang tua, karena dari kecil sampai mandiri orang tualah yang mencukupi segala kebutuhannya. Tapi bagaimana seandainya anak-anaknya tidak mampu? Disinilah kita sebagai generasi yang sudah berbeda jamannya dengan orang tua kita untuk melakukan perubahan dalam konsep perencanaan keuangan keluarga. Disamping mengalokasikan pendapatan kita untuk biaya pendidikan anak-anak, kita juga perlu mengalokasikan untuk biaya pensiun kita. Selain itu kita juga masih punya banyak keinginan yang perlu diwujudkan seperti naik haji, umroh, biaya liburan, beli rumah, beli kendaraan, membantu saudara, dll.

Berinvestasi bukan hanya untuk mewujudkan keinginan-keingina kita tapi juga karena ada faktor-faktor tersebut dibawah ini:
1. Masa pensiun adalah masa dimana kita sudah tidak produktif lagi untuk bisa menghasilkan uang.
2. Inflasi per tahun adalah 10% – 12%, itu yang akan menggerus uang simpanan kita.
3. Time Value of Money yaitu nilai uang kita akan berbeda dari waktu ke waktu yang disebabkan antara lain oleh inflasi, perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah dll.

Melakukan investasi harus praktek, do it now, karena kita tidak hanya cukup membaca dan hapal dengan konsep investasi tanpa mempraktekkannya. Ada faktor psikologis yang menyenangkan dan membuat tentram saat kita sudah mempunyai perencanaan keuangan dan mempraktekkannya.Buktikan bahwa ada perasaan senang saat anda melihat monthly statement dari bank anda tentang investasi yang sudah anda lakukan dari waktu ke waktu, atau rasakan kepuasan saat anda membeli LM 6 bulan yang lalu dan sampai sekarang ternyata returnya sekitar 20%.

Tidak ada investasi yang tidak mempunyai resiko, sekarang tinggal bagaimana kita me”manage” resiko tersebut. Bagi yang sudah mempunyai bisnis tentu saja ini suatu investasi yang bagus, sekarang tinggal bagaimana mengembangkan bisnis tersebut serta mendiversifikasikan investasinya. Dengan melakukan diversifikas investasi maka saat bisnisnya ada masalah kita masih punya investasi lain yang bisa untuk membangun bisnis tersebut atau setidaknya membuat kita tetap bertahan atau survive. Untuk yang sudah mempunyai bisnis bisa juga melakukan investasi di Logam Mulia, Obligasi maupun Reksadana, tergantung profile resiko masing-masing.

Kenapa masih banyak orang yang belum melakukan investasi? Disamping karena “merasa” dananya belum cukup, juga karena tidak paham tentang investasi itu sendiri. Karena prinsip “investment without knowledge is gambling” itu juga benar adanya. Jangan melakukan investasi tanpa kita sendiri paham resikonya. Pelajari terlebih dahulu jenis investasi yang akan dilakukan, setelah benar-benar paham dan yakin kemudian praktekkan dari sedikit-sedikit dan lama-lama akan jadi bukit. Tidak ada alasan bahwa uangnya habis-habis terus tiap bulannya, kalau ada niat pasti ada jalan. Karena itu pentingnya pengetahuan tentang investasi yang jaman sekarang bisa diperoleh dari mana saja karena kemudahan akses informasi yang sudah semakin maju.

Bagi pemula investasi yang paling mudah adalah melalui logam mulia, disamping returnnya lumayan bagus resikonya juga lebih kecil, dan bisa sebagai lindung nilai saat krisis, hanya saja investasi logam mulia memerlukan biaya awal yang tidak sedikit, setidaknya untuk beli LM 10 gr kita perlu menyiapkan dana kurang lebih Rp 5,125,000 untuk harga LM Antam per tgl. 10 Februari 2012. Sebagai alternatif bisa melakukan investasi ke Reksa dana, hanya dengan dana Rp 100,000 anda sudah bisa melakukan investasi tiap bulannya. Kenapa investasi ke reksadana? karena returnya masih diatas bunga deposito dan bisa menutupi besarnya laju inflasi.

Sementara begitu dulu sharing tentang investasi, smoga bermanfaat dan happy investing.

LEARNING PROCESS

LEARNING PROCESS

Alhamdulillah tahun 2011 berjalan dengan baik, YOU have been so kind during 2011. Banyak pelajaran untuk kebaikan yang bisa dipetik dalam tahun ini. Memang tidak semua keingin terwujud tapi mostly semua wishes dapat link-nya. Tidak bermaksud untuk menyebutkan satu per satu keinginan yang terwujud tapi yang pasti saat kita merasa bahwa kita mampu melakukannya maka yakini dan lakukan yang terbaik. Do the best and let GOD take the rest.

Satu hal yang kami lakukan untuk menutup tahun ini adalah dengan mengikuti bazaar menyambut hari Ibu dan Natal yang diadakan tgl. 21 – 22 Desember 2011. Moment ini sangat istimewa karena bertepatan dengan ultah saya, jadi bener2 menambah semangat untuk terus berkarya dan bermanfaat untuk orang lain. Thanks to GOD.

Proses pembelajaran bisa dilakukan dimanapun, dari hal – hal yang kecil, dari ketemu dengan orang-orang yang pakar didalam bidangnya dengan menjalin silaturahim, dll, diusahakan dalam setiap kesempatan kita dapat mengambil satu hal untuk bisa diterapkan untuk memperbaiki diri.

Haruskah kita ikut tidak percaya dengan kemampuan diri sendiri? Haruskah kita sibuk untuk mencari becking untuk dapat melakukan sesuatu supaya kita dapat ikut berdiri tegak dibawah bayang-bayang orang lain? NOPE. We must stand on our own feet. To be in a community which make ourselves better YES, tetapi tidak untuk berlindung dibawah nama besar seseorang. Karena yang akan selalu muncul adalah nama besar itu sedangkan kita tidak akan tumbuh berkembang dan sejajar. Sesuatu yang besar pasti dimulai dari kecil – kecil, dan itu pasti.

Menyadari bahwa kita banyak kekurangan harus dilakukan tapi bukan untuk membunuh self confidence dan menghentikan atau memperlambat langkah kita. Justru dengan kita menyadari bahwa kita masih banyak kekurangan maka keinginan untuk menambah pengetahuan dengan membangun networking adalah sangat penting.

If anyone can do then we also can..make 2012 is ours.

Seminar 7 Keajaiban Rejeki

Seminar 7 Keajaiban Rejeki

Kebetulan di hotel Harris, Kelapa Gading Sabtu, tgl. 10 Desember 2011 ada seminarnya Mas Ippho Santosa, akhirnya nyempetin datang karena lumayan deket dari rumah. Hasil dari seminar yang perlu digaris bawahi adalah :

1. Kita harus kaya karena dengan kaya kita bisa berkontribusi untuk orang lain, misalnya kalo kita punya uang khan tidak hanya umroh atau haji untuk diri sendiri tapi bisa juga memberangkatkan orang lain.

2. Sebisa mungkin kita harus punya bisnis sendiri, mulai dari yang kecil2.

3. Saat mulai bisnis memang perlu berpikir tapi harus action dan jangan kebanyakan dipikirkan nanti gak jalan2.

4. Buka usaha dan rugi, itu biasa. Tapi ngitung rugi terus sebelum memulai adalah tidak biasa.

5. Membuang sifat 3 D (Dengki, Dongkol, Dendam)

6. Menjadikan kesuksesan orang lain sebagai inspirator untuk memacu diri kita menjadi lebih baik.

Sayang tidak bisa mengikuti sampai habis, karena sendiko dawuh suami harus cepetan karena mau diajak memberesin ini itu..:-)

Start Over, Finish Rich by David Bach

Start Over, Finish Rich by David Bach

Nemu buku Start Over, Finish Rich – 10 Steps to get you back on track in 2010 di toko buku Gunung Agung Kwitang, gak sengaja nyari. Kebetulan lagi cari buku tambahan referensi untuk ngajar Audit ternyata malah gak ada, akhirnya kuralang kuriling wae di Gunung Agung sambil nyari buku – buku yang menarik.

Yang menarik dari bentuk buku ini adalah mungil and easy to carry, jadi kalo mau jalan tinggal diselipin di tas aja dan gak menuh-menuhin. Buku ini mudah untuk dipahami, dengan dilengkapi contoh yang relevan dan juga panduan untuk langsung “ACTION”. Even buku ini tentang strategi recover dari krisis financial tahun 2008 supaya tetap on track di tahun 2010 yg telah lewat tapi tips2-nya tetap up to date.

Ada karangan David Bach selain Start Over, Finish Rich antara lain :

1. Stmart Women Finish Rich

2. Smart Couples Finish Rich

3. The Finish Rich Workbook

4. The Finish Rich Dictionary

5. The automatic Millionaire

6. The Automatic Millionaire Workbook

7. Start Late, Finish Rich

8. The Automatic Millionaire Homeowner

9. Go Green, Live Rich

10. Fight for Your Money.

Sekarang kembali ke Start Over Finish Rich, ada 10 step plus 1 step bonus jadi total ada 11 step yang perlu dilakukan untuk Finish Rich. Step2 tersebut adalah :

Step 1 Recommit to Wealth

Step 2 Find Your Money

Step 3 Deal with Your Credit Card Debt

Step 4 Fix and Protect Your Credit Score

Step 5 Rebuild Your Emergency Saving

Step 6 Re-energize Your Retirement Plan

Step 7 Make It Automatic

Step 8 Rebuild with Real Estate

Step 9 Rebuilt Your College Fund (And Restructure Your Student Loan)

Step 10 25 Ways to save $5,000

Bonus Step Find Your Power – Give to Others.

Menarik khan liat topik dari step2 dalam buku ini, saya belum selesia baca, nanti saya akan share tips-tips beliau yang bisa untuk diimplementasikan.

Saya coba share sekilas tentang tips2 mulai dari Step 1.

Step 1 RECOMMIT TO WEALTH

Jangan pernah menyerah. Jadi saat investasi kita di stock market merosot seperti tahun 2008 jangan menyerah, karena once kita give up we can’t start over and finish rich.

Menurut saya saat awal pasti tidak mudah secara psikologis melihat investasi yang kita harapkan tumbuh dan berkembang malah menjadi minus, tapi dengan berjalannya waktu dan dengan tetap melakukan cost averaging maka kita bisa kembali on track, perlu diingat juga bahwa tujuan investasi kita adalah untuk jangka panjang seperti dana pensiun dan pendidikan anak masuk universitas. Disamping itu perlu  juga dilakukan diversifikasi investasi yang bisa dijadikan lindung nilai seperti Logam Mulia in case stock market slump again.

Step 2 FIND YOUR MONEY

* Getting your money organized.  Kunci untuk memulainya adalah memahami dimana uang kita dan kemana saja perginya uang kita. Untuk membuat our money organized (Financial Planning) maka 2 hal yang perlu dilakukan adalah :

- Tentukan semua aset, penghasilan dan kewajiban yang dimiliki

- Identifikasikan kemana saja uang kita perginya, month by month, day by day

Setelah ketahuan dan jelas detilnya maka lebih mudah untuk melakukan review atas aset, penghasilan, pengeluaran dan kewajiban kita.

Beberapa hal untuk membantu getting your money organized adalah

1. Mengatur file system, sehingga akan lebih teroganisir dan mudah untuk melihatnya bila diperlukan

2. Tentukan Latte Factor yang Anda lakukan dan perbaiki segera.

Step 3 DEAL WITH YOUR CREDIT CARD DEBT

Dalam bagian ini diberikan beberapa alternatif untuk membantu solve problem utang kartu kredit, tapi yang pasti kalo membeli sesuatu adalah *If you can’t pay cash, you can’t afford to buy it. Boleh pake kartu kredit tapi syaratnya harus dibayar lunas. If you are drowning in debt, his best advice is : STOP USING YOUR CREDIT CARDS. Once you are in a hole, YOU MUST STOP DIGGING, jadi kalo udah berada dalam lubang kartu kredit ya jangan gali terus nanti semakin dalam terperosoknya.

Apabila terlanjur tercebur dalam lubang kartu kredit dan hanya mampu  membayar minimumnya maka yang disarankan adalah memakai DOLP (Dead on Last Payment) System, step – stepnya adalah sbb :

1. Kumpulkan tagihan – tagihan kartu kredit dan dirapikan

2. Buatlah DOLP worksheet

3. Hitung tiap tagihan untuk mendapatkan no DOLP (caranya : balance : min payment) contohnya : $1000/$50 = 20.

4. Berikan ranking untuk tiap jenis tagihan kartu kredit

5. Tandain due date setiap tagihan

6. Mulailah membayar hutang anda – DOLP system, bayarlah sesuai minimumnya kecuali untuk yang DOLP ranking 1, untuk ranking 1 bayarlah sebesar mungkin yang anda mampu, at least dua kali lipat dari minimum. Temukan latte factor  anda untuk mendapatkan extra dana.

Contoh ilustrasi

DOLP Workshet

Account

Outstanding

balance

Minimum monthly payment

Payment Due Date

DOLP No.

(Balance : Min payment)

DOLP Ranking

Visa $    500 $ 50

10th of the month

10

1

Master Card $    775 $ 65

15th of the month

12

2

Sears Card $ 1,150 $ 35

1st of the month

33

3

Step 4 FIX AND PROTECT YOUR CREDIT SCORE

TBC